..Mind..

..My private emotions..

PEMBEBASAN

Ingin kubentangkan sayap imajiku
Memandang laut lepas
Lampaui pegunungan
Lintasi samudera dan benua
Terbang…
Bebas…
Lepas…
Nikmati rasa syukur
Hilangkan sesak
Alhamdulillah…

-18 Des 2005-

December 31, 2005 Posted by rie.. | Puisi 2005 | , , , , | No Comments Yet

Penggalan Kisah

Kita memang penggalan-penggalan kisah yang terputus
Sebuah kenangan
Ungkapan tak tersampaikan
Khayalan yang maya
Dan perjalanan panjang dalam labirin
Yang entah dimana ujungnya…

-15 Nov 2005-

December 31, 2005 Posted by rie.. | Puisi 2005 | , | No Comments Yet

LUKA=BIASA

Semua kisah yang tertoreh
Menyisakan jiwa yang miris menelan getir
Tentang kecilnya suatu arti diri
LUKA
Mungkin jadi hal yang biasa
Lagi.
Lagi
Lagi.
Tak kunjung henti
Hingga letih
Tak mampu lagi ku berlari

-13 Nov 2005-

December 31, 2005 Posted by rie.. | Puisi 2005 | , , | No Comments Yet

SILUET

Siluet menggores langit
Tampakkan bayangan
yang belum pernah ditemukan
Siluet menggores langit
Bergumul air
Bercermin air
Pantulkan bayangan
yang entah dimana sosoknya

-8 Agustus 2005-

December 31, 2005 Posted by rie.. | Puisi 2005 | , , | No Comments Yet

BERGEMING

Kemana angin kan bertiup
Saat udara tiada beda ?
Kemana air kan mengalir
Bila tanah sama datarnya ?
Kemana syair terlotah
Tiada sukma mengerti makna
Persemayaman sudahlah dingin
Kosong sudah bermusim
Mungkinkah kunci sudahlah patah?

-7 Juli 2005-

December 31, 2005 Posted by rie.. | Puisi 2005 | , , | No Comments Yet

MENGAPA ?

Mengapa kini yang terlewati seolah tanpa arti ?
Bercumbu kata di malam hari
Menumpah kreasi, imaji, dan rasa
Melipur lara, membujuk gundah
Merayu cemas, menggoda tawa
Kenangan bagai mawar
Duri menusuk, indahnya jadi terlupa
Luka yang tertoreh tak lagi membekas
Sesak yang mengendap masih menyisakan Tanya
Mengapa ?

-10 Juli 2005-

December 31, 2005 Posted by rie.. | Puisi 2005 | , | No Comments Yet

FENOMENA

Terkadang kita tak menyadari
Makna kesederhanaan yang sebenarnya begitu dalam
Suatu hal yang biasa ternyata begitu rumit
Awan yang bergerak
Angin yang berhembus
Gemerisik daun
Air yang mengalir
Alunan melodi
Celoteh anak
Kesibukan dan aktifitas manusia
Dan semua hal
Yang terasa biasa dan sederhana

Pernahkan kita berpikir akan makna ?
Saat kita kehilangan semua hal
Yang terasa biasa pada mulanya ?

-26 juni 2005-

December 31, 2005 Posted by rie.. | Puisi 2005 | , , | No Comments Yet

BERLALU

Masa itu memang telah berlalu
Bait-bait kesunyian biarlah mengalir menjadi zikir
Kini tanpa beban
Melayang, melukis langit, merangkai tiara
Lambaian manis kerudung putih
Pemula dan penanda
Tapal batas jalan berbatu yang masih ku selusuri
Mencoba tegar menentang angin
Mencari genggaman sepasang tangan
Menyibak rimba
Mengarung samudera

- 4 Feb 2005-

December 31, 2005 Posted by rie.. | Puisi 2005 | , , , | No Comments Yet

BERCERMIN

Memang tak bisa katak menjadi kerbau
Memang tak mungkin pungguk mendapat bulan
Memang hancur bila mentimun tertimpa durian
Menggapai langit terasa jauh
Puncak gunung tidak terdaki
Hangat mentari kian jauh
Apa mau dikata bila diri sudah membumi
Bintang biarlah terang
Dikenang langit
Selayang pandang

-19 Feb 2005-

December 31, 2005 Posted by rie.. | Puisi 2005 | , , , , , | No Comments Yet

LA LUNA

Bulan separuh
Di ujung malam
Gambaran dua sisi
Putih Hitam
Seperti keping hati
Kadang purnama
Kadang sempit bersabit
Tak lelah mengitari
Bumi, matahari, dan berputar diri
Lagi, lagi, lagi
Tiada henti

-19 Jan 2005-

December 31, 2005 Posted by rie.. | Puisi 2005 | , | No Comments Yet