..Mind..

..My private emotions..

Seperti

Seperti biru gunung di kejauhan
Langit luas membentang
Pelangi usai hujan
Sinar matahari pagi
Semilir angin di keheningan
Bantal yang empuk
dan bayi yang besar

Seperti itulah dirimu..

Dan seperti senja yang temaram
memberikan tenang

Seperti itu juga pelukmu..

nb : for my aip [^_^] I luv u no matter what

January 2, 2009 Posted by rie.. | Puisi 2009 | | 1 Comment

Arti

Di sini ku lihat petang di ujung siang
Di belahan lain fajar menyingsing
Riak-riak awan berkapas
berangkat dari perjalanan setetes air
ke hulu, hilir, muara, samudera, awan lalu hujan
Bunga-bunga menguncup, mekar, dan layu
Musim berganti-ganti
Manusia pun lahir, hidup, kemudian mati
Tahukah kawan?
Hidup itu suatu perjalanan
hingga dunia berhenti
memasuki alam yang abadi
Pernahkan kita renungi
seluruh arti ini?

January 1, 2009 Posted by rie.. | Puisi 2009 | | No Comments Yet

Untaian kabut

Untaian kabut telah berhenti menggelayut
ranting-ranting muda yang terus menggeliat
mencari cahaya
Pucuk-pucuk daun tumbuh
Akar-akar mencengkram tanah
Bunga-bunga beterbangan mencipta simfoni
Langit biru beriak-riak
Indah
Musim semi ini akankah selamanya?

December 10, 2008 Posted by rie.. | Puisi 2008 | | No Comments Yet

Syukur

Cinta tumbuh silih berganti
Rasa hilang seiring waktu

Kenangan manis dan pahit
kini hanyalah cerita
yang kerap mengundang senyum

Masa lalu terkadang menyisakan sesal
tetapi adakala merupakan syukur

Dunia terus berubah
Waktu terus berjalan

Hadapi, hidup yg kita lalui
syukuri,nikmat yang telah diberi

November 2, 2008 Posted by rie.. | Puisi 2008 | | No Comments Yet

Pelangi di matamu

Hari beronak
cahaya sekarat
jalan yang kita lalui
ujungnya tak jua ditemui

Aku berpegang pada kata
seperti halnya dirimu
dan juga permintaanmu
tak kan kulepaskan genggaman tanganku
karena berjuta pelangi
ada di matamu

August 14, 2008 Posted by rie.. | Puisi 2008 | , , , | 1 Comment

?

masa tidak akan pernah sama lagi
hari ini, bertahun-tahun lalu
ku mendengar adzan pertama kali
dan kuteriakkan tangisan pembuka hari

Alunan lagu silih berganti
ribuan hari di arungi

di hari ini
di sudut hati
mengapa aku merasa sunyi?
seperti inikah sendiri?

October 31, 2007 Posted by rie.. | Puisi 2007 | , | 4 Comments

Biru Langitku

Langit
mencurahkan biru di mataku

Biru
membaurkan warna di hatiku

Warna
melengkungkan pelangi di senyumku

Pelangi
memberi indah di hariku

Indah
adalah biru langitku untukmu

October 29, 2007 Posted by rie.. | Puisi 2007 | , , , , | 2 Comments

lonely

Aku bercinta dengan malam
terlalu mabuk dengan sunyi
yang tak henti dituangkan dan kutelan
berteguk-teguk dengan nanar

Bola mata bermain liar
menyorot setiap ceruk kegelapan
dinding-dinding hati
yang penuh oleh goresan ribuan gumam

Aku menggapai suara-suara berkesiuran
Kosong-hanya udara
jemari sudah lelah menggurat nama
angin hanya menggantungkannya
dalam langit-langit ruangku
-Penuh-
di kelelahan
aku menangis dalam diam
sendirian

October 16, 2007 Posted by rie.. | Puisi 2007 | , , , | No Comments Yet

Bambu

Sebilah bambu retak seribu
hancur seluruh tulang
berbuku-buku badan
tak mungkin lagi tegak
menjadi penopang
ataupun gantungan

tapi bukankah masih bisa menjadi anyaman?
sebagai alas yang nyaman
dinding yang membentengi
atau pun atap yang melindungi

dia bisa menjadi apa saja
bila kau ikhlas menerima
sebilah bambu yang retak seribu
walau kan terluka seluruh jari tanganmu

September 25, 2007 Posted by rie.. | Puisi 2007 | , , | 1 Comment

Angin

Angin,
aku kepingin terbang
bisa bawa aku sekarang?

Akan kututup mataku
agar gelap malam tak dapat kulihat
toh bintang dan bulan hanya ada di kejauhan
dan sekarang bersembunyi entah dimana

Akan kututup telingaku
sebab hanya keheningan yang ingin kudengar
otak tak berhenti berlogika
hati berkelahi riuh rendah begitu bising

aku ingin terbang
merasa ringan
tapi mengapa aku hanya melayang-layang di kehampaan?

Angin,
kau tak mau meniupku?

September 23, 2007 Posted by rie.. | Puisi 2007 | , , | No Comments Yet