Tidaklah ku meminta
Tidak pada langit aku meminta
Tidak pada batu ku bercerita
Tidak juga pada hujan dan dedaunan
Tidak juga saat kuning berubah warna
Bagaimana mampu ku hempas lara
Bila semua hanya mengendap menyesak sukma
Tidaklah bisa menelan tangan
Tidaklah bisa kaca mengganti bayangan
Untuk apa menitip hati
Untuk apa menitip cinta
Bila tiada jiwa menyertainya
Tak pula ku bertanya
Tak ingin ku meminta
Sebab tak mungkin memaksa rasa
Biarlah ia dengan kemurniannya
Tumbuh saat takdir tiba
Entah kapan, di mana, dan pada siapa…
-25 Des 2004-
for : My inspirate
this is the answer response for your poetry.
Sorry for not giving you enough. Thanks for all.
Birds fly high, hard to catch, but the one like you, hard to forget.
PUSPA
Mawar biarlah mekar
Sebab duri tak terasakan lagi
Memandang jauh
Sudah cukup bagi hati
Di sini, ribuan kelopak seruni
Temani hari berbagi warni-warni
Menanti melati
Tersemat di kerudung putih
Suatu pagi
-12 Des 2004-
KHARISMA
Langit, memapar tarian galaksi
dengan berjuta aurora
Awan-awan hidrogen telah melahirkannya
dengan formasi yang memesona
Akankah kutampik berjuta karunia
Sebab tak ingin lagi kupalingkan wajah ini
dengan keindahan yang Kau miliki
Wahai Maalikul Mulki..
-10 Nov 2004-
NYANYIAN SUNYI
Musim tak mampu lagi terbitkan setitik rintik
Gugur daun melayang tiada massa
Menghembus lelah nafas pawana
Terbang mengawang-awang
Mengait belukar merintang jalan
Mencipta luka sendiri
- 10 Okt 2004 -
TIADA
Mengunyah pahit
Melumat getir
Mencacah luka
Mengulum sepi
Menyesap perih
Menelan semua
Tutup hati
Tutup mata
Tutup telinga
Bicara – Berlaku
Tak berjiwa
Rasa kehilangan makna
Bahasa kehilangan kata
-12 Sept 2004-
IMAJI
Langit semi berbunga
Beribu kelopak bermain warna
Menari selendang putik-putik sari
Bernyanyi berganti syair suka-suka
Celoteh imanjinasi, merupa, menjelma apa saja
Menangis, tertawa, Ha.Ha.Ha
-18 Sept 2004-
untuk: Anak-anak Dunia
SUNGSANG
Langit sungsang
Jejak sesat hilang tapak
Haruskah berpaling ?
Sebab letih ringkih menepuk angin
Mencari bayangan dalam gelap akankah dapat ?
-28 Agustus 2004-
BIARLAH
Biarlah menjadi buih
hingga hilang lingkaran perih
Biarlah menjadi angin
hingga panas berubah dingin
Biarlah menjadi air
agar pasrah ikuti takdir
Biarlah menjadi api
agar hangus semua duri
Biarlah menjadi tanah
agar menjadi pusara kisah
Biarlah menjadi batu
hingga pecah tertempa waktu
Biarlah menjadi retak
agar tumpah semua sesak
Biarlah semua merupa
Biarlah…
Karena ku sudah lelah…
-26 Agustus 2004-
TERBANG
Kuhirup malam yang beracun
Lantas mabuk
dengan segala asukan rasa
Terbang melayang
dengan sayap-sayap mimpi
Bergelayut
di ranting-ranting waktu
lalu tersungkur
dengan helai-helai sayap patah
Mengharap penawar
rasa sakit yang menyebar
Tertoreh luka
Mencoba terbang…terbang…terbang
-13 Agustus 2004-
note : I wish I could fly…
Monolog Hati (2)
Akankah kutuntaskan gejolak malam
bila dianku menolak padam ?
Bagaimana membendung aliran rasa
bila tak jua bertemu muara ?
-10 Agustus 2004-
-
Recent
-
Links
-
Archives
- January 2009 (2)
- December 2008 (1)
- November 2008 (1)
- August 2008 (1)
- October 2007 (3)
- September 2007 (4)
- August 2007 (1)
- January 2007 (1)
- December 2006 (1)
- July 2006 (3)
- June 2006 (4)
- December 2005 (12)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS