RSS

Category Archives: puisi 2005 (I)

SILUET

Siluet menggores langit
Tampakkan bayangan
yang belum pernah ditemukan
Siluet menggores langit
Bergumul air
Bercermin air
Pantulkan bayangan
yang entah dimana sosoknya

-8 Agustus 2005-

 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2005 in puisi 2005 (I)

 

Tags: , ,

BERGEMING

Kemana angin kan bertiup
Saat udara tiada beda ?
Kemana air kan mengalir
Bila tanah sama datarnya ?
Kemana syair terlotah
Tiada sukma mengerti makna
Persemayaman sudahlah dingin
Kosong sudah bermusim
Mungkinkah kunci sudahlah patah?

-7 Juli 2005-

 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2005 in puisi 2005 (I)

 

Tags: , ,

MENGAPA ?

Mengapa kini yang terlewati seolah tanpa arti ?
Bercumbu kata di malam hari
Menumpah kreasi, imaji, dan rasa
Melipur lara, membujuk gundah
Merayu cemas, menggoda tawa
Kenangan bagai mawar
Duri menusuk, indahnya jadi terlupa
Luka yang tertoreh tak lagi membekas
Sesak yang mengendap masih menyisakan Tanya
Mengapa ?

-10 Juli 2005-

 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2005 in puisi 2005 (I)

 

Tags: ,

FENOMENA

Terkadang kita tak menyadari
Makna kesederhanaan yang sebenarnya begitu dalam
Suatu hal yang biasa ternyata begitu rumit
Awan yang bergerak
Angin yang berhembus
Gemerisik daun
Air yang mengalir
Alunan melodi
Celoteh anak
Kesibukan dan aktifitas manusia
Dan semua hal
Yang terasa biasa dan sederhana

Pernahkan kita berpikir akan makna ?
Saat kita kehilangan semua hal
Yang terasa biasa pada mulanya ?

-26 juni 2005-

 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2005 in puisi 2005 (I)

 

Tags: , ,

BERLALU

Masa itu memang telah berlalu
Bait-bait kesunyian biarlah mengalir menjadi zikir
Kini tanpa beban
Melayang, melukis langit, merangkai tiara
Lambaian manis kerudung putih
Pemula dan penanda
Tapal batas jalan berbatu yang masih ku selusuri
Mencoba tegar menentang angin
Mencari genggaman sepasang tangan
Menyibak rimba
Mengarung samudera

- 4 Feb 2005-

 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2005 in puisi 2005 (I)

 

Tags: , , ,

BERCERMIN

Memang tak bisa katak menjadi kerbau
Memang tak mungkin pungguk mendapat bulan
Memang hancur bila mentimun tertimpa durian
Menggapai langit terasa jauh
Puncak gunung tidak terdaki
Hangat mentari kian jauh
Apa mau dikata bila diri sudah membumi
Bintang biarlah terang
Dikenang langit
Selayang pandang

-19 Feb 2005-

 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2005 in puisi 2005 (I)

 

Tags: , , , , ,

LA LUNA

Bulan separuh
Di ujung malam
Gambaran dua sisi
Putih Hitam
Seperti keping hati
Kadang purnama
Kadang sempit bersabit
Tak lelah mengitari
Bumi, matahari, dan berputar diri
Tiada henti

-19 Jan 2005-

 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2005 in puisi 2005 (I)

 

Tags: ,

PENAT

Penat ini begitu menahun
Dalam kegelapan tak berujung
Lirih bisikan angin
Tak selirih nyanyian sunyi
yang melantun dari jiwa yang bergayut
Di ranting ringkih

Kepak sayap merpati muda
Berkelebat mendentingkan gema
Dan aku tak mampu terbang
Sibuk menyambung nafas
Tertatih menghitung langkah
Mencari kunang-kunang penerang jalan

-10 Jan 2005-

 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2005 in puisi 2005 (I)

 

Tags: , , , , ,

SAMAN

Dimana tarian Samanmu, Cut?
Derap dan nyanyian itu hanya tinggalkan
Derit kekosongan
Anyir merenggut udara
Merah hitam hilang beda
Wajahmu pias menatap hamparan puing
Sepucat kerudung putihmu yang kini bebercak duka

Jangan takut Cut..
Ulurkan tangan
Kita bergenggaman
Upik, Butet, Oneng, Euis, Menik, Putu, dan lainnya
Melangkah bergandengan
Menyanyi bersama, Menari Saman

untuk : Anak-anak Aceh
-12 Jan 2005-

 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2005 in puisi 2005 (I)

 

Tags: ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.