PENAT
Penat ini begitu menahun
Dalam kegelapan tak berujung
Lirih bisikan angin
Tak selirih nyanyian sunyi
yang melantun dari jiwa yang bergayut
Di ranting ringkih
Kepak sayap merpati muda
Berkelebat mendentingkan gema
Dan aku tak mampu terbang
Sibuk menyambung nafas
Tertatih menghitung langkah
Mencari kunang-kunang penerang jalan
-10 Jan 2005-
SAMAN
Dimana tarian Samanmu, Cut?
Derap dan nyanyian itu hanya tinggalkan
Derit kekosongan
Anyir merenggut udara
Merah hitam hilang beda
Wajahmu pias menatap hamparan puing
Sepucat kerudung putihmu yang kini bebercak duka
Jangan takut Cut..
Ulurkan tangan
Kita bergenggaman
Upik, Butet, Oneng, Euis, Menik, Putu, dan lainnya
Melangkah bergandengan
Menyanyi bersama, Menari Saman
untuk : Anak-anak Aceh
-12 Jan 2005-
HIKMAH
Derasnya rinai hujan
Mungkin seperti itulah air mata
Manusia bagai buih
Ringkih terhanyut sedikit riak kuasa
Tersapu sudah setitik dunia
Pertanda apa?
Bencana seperti cermin yang menoreh luka
Kita dapat berkaca
Dalam serpihan keburaman jiwa
Masihkah kita jumawa?
Alpa dengan segala karunia
-28 Des 2004-
u : Bencana tsunami 26 Des 2004
-
Recent
-
Links
-
Archives
- December 2009 (1)
- January 2009 (2)
- December 2008 (1)
- November 2008 (1)
- August 2008 (1)
- October 2007 (3)
- September 2007 (4)
- August 2007 (1)
- January 2007 (1)
- December 2006 (1)
- July 2006 (3)
- June 2006 (4)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS