..Mind..

..My private emotions..

PENAT

Penat ini begitu menahun
Dalam kegelapan tak berujung
Lirih bisikan angin
Tak selirih nyanyian sunyi
yang melantun dari jiwa yang bergayut
Di ranting ringkih

Kepak sayap merpati muda
Berkelebat mendentingkan gema
Dan aku tak mampu terbang
Sibuk menyambung nafas
Tertatih menghitung langkah
Mencari kunang-kunang penerang jalan

-10 Jan 2005-

December 31, 2005 Posted by rie.. | Puisi 2005 | , , , , , | No Comments Yet

SAMAN

Dimana tarian Samanmu, Cut?
Derap dan nyanyian itu hanya tinggalkan
Derit kekosongan
Anyir merenggut udara
Merah hitam hilang beda
Wajahmu pias menatap hamparan puing
Sepucat kerudung putihmu yang kini bebercak duka

Jangan takut Cut..
Ulurkan tangan
Kita bergenggaman
Upik, Butet, Oneng, Euis, Menik, Putu, dan lainnya
Melangkah bergandengan
Menyanyi bersama, Menari Saman

untuk : Anak-anak Aceh
-12 Jan 2005-

December 31, 2005 Posted by rie.. | Puisi 2005 | , | No Comments Yet

HIKMAH

Derasnya rinai hujan
Mungkin seperti itulah air mata
Manusia bagai buih
Ringkih terhanyut sedikit riak kuasa
Tersapu sudah setitik dunia
Pertanda apa?

Bencana seperti cermin yang menoreh luka
Kita dapat berkaca
Dalam serpihan keburaman jiwa
Masihkah kita jumawa?
Alpa dengan segala karunia

-28 Des 2004-
u : Bencana tsunami 26 Des 2004

December 31, 2004 Posted by rie.. | Puisi 2005 | , , , , , | No Comments Yet