Untaian kabut
Untaian kabut telah berhenti menggelayut
ranting-ranting muda yang terus menggeliat
mencari cahaya
Pucuk-pucuk daun tumbuh
Akar-akar mencengkram tanah
Bunga-bunga beterbangan mencipta simfoni
Langit biru beriak-riak
Indah
Musim semi ini akankah selamanya?
Syukur
Cinta tumbuh silih berganti
Rasa hilang seiring waktu
Kenangan manis dan pahit
kini hanyalah cerita
yang kerap mengundang senyum
Masa lalu terkadang menyisakan sesal
tetapi adakala merupakan syukur
Dunia terus berubah
Waktu terus berjalan
Hadapi, hidup yg kita lalui
syukuri,nikmat yang telah diberi
Pelangi di matamu
Hari beronak
cahaya sekarat
jalan yang kita lalui
ujungnya tak jua ditemui
Aku berpegang pada kata
seperti halnya dirimu
dan juga permintaanmu
tak kan kulepaskan genggaman tanganku
karena berjuta pelangi
ada di matamu
-
Recent
-
Links
-
Archives
- January 2009 (2)
- December 2008 (1)
- November 2008 (1)
- August 2008 (1)
- October 2007 (3)
- September 2007 (4)
- August 2007 (1)
- January 2007 (1)
- December 2006 (1)
- July 2006 (3)
- June 2006 (4)
- December 2005 (12)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS